Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Desember 2009

Ada Apa di Balik Telur?

dari http://andhiena.multiply.com
By Prof Dr Ir Ali Khomsan - Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB


Siapa yang tidak kenal dengan telur? Si bulat ini begitu dekat dengan kita, tetapi kadang kita bahkan tidak tahu apa saja kandungan gizi di dalamnya. Mari mengenal telur lebih dekat.

Telur ayam adalah kapsul alami yang kaya gizi. Sebagian masyarakat kita telah menyadari kehebatan telur dengan segala khasiatnya. Bahkan telur terkadang dianggap memiliki kekuatan magic, apalagi telur yang berasal dari ayam hitam. Ini sekedar menunjukkan bahwa telur telah memiliki posisi tersendiri di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Kandungan gizi


Tak diragukan lagi, telur mempunyai kandungan protein tinggi. Bahkan di dalam peristilahan gizi ada satuan yang disebut Protein Senilai Telur (PST). Dalam hal ini protein di dalam telur dijadikan standar dan diberi nilai maksimal yaitu 100, bahan pangan lainnya kemudian disetarakan dan umumnya mempunyai nilai di bawah 100.

Sumber gizi telur sebenarnya lebih banyak pada kuning telurnya dibandingkan bagian yang berwarna putih. Sebaliknya, zat besi dan vitamin A justru hampir seluruhnya terkonsentrasi pada kuning telur.

Banyak telur = kolesterol tinggi?


Anak dalam masa pertumbuhan sebaiknya mengonsumsi satu butir telur sehari sebagai jaminan asupan gizi yang optimal untuk menopang pertumbuhan fisik dan kecerdasannya. Sebagian orang tua bahkan sering memberikan telur setengah matang kepada anak-anaknya. Apakah Anda juga demikian? Telur matang sebenarnya justru lebih mudah dicerna tubuh. Mengapa? Karena proteinnya telah terdenaturasi dan ikatannya menjadi longgar. Hal ini memudahkan enzim pencernaan untuk memecahnya menjadi bagian-bagian kecil untuk kemudian diserap tubuh.

Pada sebagian orang telur terkadang ditakuti karena kandungan kolesterolnya yang tinggi. Mungkin hal ini benar untuk orang-orang dewasa di atas usia 40 tahun yang sudah terdeteksi rawan kolesterol tinggi. Namun bagi anak-anak (terutama balita), kolesterol ini justru sangat dibutuhkan sebagai salah satu bahan dasar untuk menopang kecerdasan. Tahukah Anda bahwa otak tmemiliki komponen lemak dan kolesterol yang tinggi?

Kebutuhan kolesterol rata-rata per hari adalah 300 mg. Oleh karena itu, satu butir telur sehari sudah memenuhi 80% kebutuhan kolesterol tubuh. Belum lagi jika si kecil juga makan lauk daging, ikan, serta minum susu.

Telur biasa atau telur Omega-3?

Saat ini di pasaran sering dijumpai telur dengan kandungan omega-3. Omega-3 merupakan asam lemak tak jenuh esensial yang bersama omega-6, berperan dalam meningkatkan kecerdasan anak.

TELU BEBEK OMEGA-3

Sumber omega-3 dan omega-6 bagi seorang anak adalah air susu ibu (ASI). Dengan rekayasa teknologi pakan, maka ayam petelur bisa diperintah agar menghasilkan telur kaya omega-3. Ini merupakan terobosan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat konsumen. Anak kerap kurang menyukai ikan laut yang merupakan pangan tinggi omega-3. Bagi anak yang tidak doyan ikan, tapi mau makan telur, maka telur omega-3 dapat menjadi pilihan. Namun telur biasa pun mengandung omega-3 dan omega-6.

Dengan mengkonsumsi telur maka anak-anak kita akan mempunyai pertumbuhan fisik yang baik karena memperoleh protein berkualitas tinggi. Harga yang murah dan ketersediaan yang ada di mana-mana membuat telur menjadi makanan yang disukai oleh siapa saja. Hanya saja konsumsi telur perlu disikapi secara berhati-hati oleh mereka yang pernah menderita kolesterol tinggi.

Telur ayam, bebek, atau puyuh?

Kandungan protein telur ayam, telur bebek dan telur puyuh relatif hampir sama, namun telur bebek mengandung lemak lebih tinggi.

Anak-anak kadang lebih menyukai telur puyuh karena bentuknya yang kecil dan kulitnya yang bertotol-totol menarik. Enam butir telur puyuh sebenarnya setara dengan satu butir telur ayam. Umumnya rata-rata berat telur ayam per butir adalah 60 gr, telur puyuh 10 gr, dan telur bebek 80 gr. Jadi Anda tinggal pilih sendiri!

Si kecil alergi telur?

Ketika bayi dan anak-anak pertama kali berkenalan dengan telur, terkadang muncul alergi. Hal ini perlu disiasati dengan cara berikan kuning telurnya saja. Sebagaimana disebutkan di atas kuning telur mengandung gizi lebih tinggi daripada putihnya.

Protein yang terkandung dalam putih telur biasanya langsung diserap oleh pembuluh darah dan kemungkinan putih telur ini bersifat sebagai antigen sehingga memunculkan gejala alergi. Hal ini terutama terjadi pada telur yang dikonsumsi mentah atau setengah matang.

Putih telur mentah juga mengandung avidin yang menghambat penyerapan biotin, salah satu vitamin yang berperan dalam proses sintesis asam lemak. Oleh karena itu konsumsi telur matang mendatangkan manfaat lebih besar dari segi gizi dan kesehatan. Proses pemasakan akan menghilangkan sifat antigizi dari putih telur tersebut.

Referensi
1. Winarno, FG. 1993. Pangan, Gizi, Teknologi, dan
2. Konsumen. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.Direktorat Gizi Depkes RI. 1996. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Bhratara, Jakarta.
3. Siong, ET, MI Noor, MN Azudin, & K Idris. 1997.
4. Nutrient Composition of Malaysian Foods. Institute for Medical Research, Kuala Lumpur

Telur Bebek Tingkatkan Vitalitas Pria


dari http://cahjava.multiply.com

Telor Bebek Menyalakan Gairah

Telur bebek dipercayai bisa meningkatkan vitalitas pria. Kabarnya, gairah yang nyaris memudar cepat dapat bergelora kembali.

Sebenarnya, Johan, 34 tahun, yang beristri Lusi, 31 tahun, merupakan pasangan harmonis dan bahagia. Pasangan yang menikah pada delapan tahun lalu, dan telah dikaruniai dua anak ini memiliki kehidupan sempurna, apalagi tingkat ekonomi pun mapan. Namun, empat bulan terakhir, Johan, Branch Manager di sebuah perusahaan asuransi ini sedang dihantui kegelisahan akibat kemampuan seksnya yang dirasa kurang prima.

"Saya sering mendapati wajah istri agak murung, setiap kali kami selesai berhubungan intim. Malah, minggu lalu, tak seperti biasa, istri saya mengungkapkan kecewanya karena tak bisa mencapai orgasme. Katanya saya kehilangan semangat. Malah, saya dicurigai mempu nyai WIL. Duh, bisa runyam kalau terus seperti ini," ujar Johan seperti curhat.

Tak cuma istrinya, tapi Johan pun keheranan saat mendapati kemampuan seksualnya menurun. "Padahal, saya tidak merasa tertekan oleh pekerjaan atau urusan rumah tangga. Gaya hidup sayajuga tak seperti kebanyakan para eksekutif. Clubbing bareng teman dalam satu bulan paling banter satu kali. Malah kadang tidak sama sekali. Konsumsi makananjuga condong banyak sayuran, tidak ketinggalan vitamin. Malah, upaya untuk bergairah juga sudah saya lakukan, di antaranya menonton film X, ke luar kota untuk ganti suasana dan beberapa hal lainnya," tambahnya dengan wajah sedih.

Johan pun teringat saran Budi, rekan sekantomya, untuk mencoba mengonsumsi telur bebek yang katanya mampu membakar gairah yang menurun. "Hasil nya memang tidak serta merta. Tapi setelah beberapa waktu saya rutin mengonsumsi telur bebek, pelahan-lahan gairah saya kembali membaik. Meskipun tidak terlampau dahsyat seperti yang dipromosikan teman saya."

Jadi, fakta atau hanya mitos kah yang mengatakan telur bebek dapat meningkatkan vitalitas seks?

Turunnya gairah seksual seseorang, memang tak cuma oleh satu faktor. Tetapi saling berkait, di antaranya tekanan psikologis seperti stres, kelelahan fisik, kurang tidur, serta pola makan yang salah, terbilang faktor-faktor yang dapat menurunkan vitalitas seks. Malah, tak sedikit pria yang mengalami penurunan vitalitas, semakin kehilangan semangat sekalipun sudah mengeluarkanjurusjurus mutakhir untuk menggelitik gairah seks yang dirasa menurun.

Tapi mencoba mengonsumsi telur bebek yang kabarnya bisa meningkatkan gairah seks, ternyata dibenarkan oleh Dr. Bambang Sukamto, DMSH dari On Clinic, Jakarta. "Ya, telur bebek memang banyak mengandung lemak dan protein, yang kandungannya membantu pertumbuhan sperma dan hormon testosteron, dan tentu menjadi bagus guna meningkatkan kinerja seks," tandasnya.

Tambahnya, secara medis telur bebek malah bisa dijadikan alat bantu untuk penyembuhan lemah syahwat dengan mengonsumsi dua butir sehari. Dan alangkah baiknya diminum dengan madu ataujamu, disertai dengan sayuran dan makanan mengandung zinc seperti kerang dan tirem. Makanan yang mengandung zinc membantu pertumbuhan hormon testosteron dan sperma.

"Tetapi bila gairah sudah kembaktior mal, konsumsi telur bebek cukup satu butir sehari atau empat butir dalam satu minggu. Dan sebaiknya, pilih telur bebek kampung karena masih alami, belum terkontaminasi oleh zat kimia seperti telur yang diproduksi oleh pabrik," saran dokter Bambang.

Suplemen Seks

Telur bebek menjadi suplemen seks, ternyata sudah dipercaya sejak puluhan tahun lalu. Banyak cara meramu telur bebek untuk dijadikan suplemen. Di antaranya, dicampur dengan jamu khusus pria atau dijadikan minuman tambahan pengganti teh manis seperti yang dilakukan oleh masyarakat Minang. "Teh telur", satu kuning telur bebek, ditambah gula sebanyak dua sendok makan, dikocok di dalam gelas sekitar 10 atau 15 menit. Penyuguhannya, diberi air teh panas. Ramuan ini bagi pengantin baru menikah ternyata telah menjadi minuman wajib, sebelum berhubungan seks.

Banyak jenis telur memang diyakini memiliki khasiat meningkatkan kinerja seks, salah satunya telur ayam kampung. Dokter Bambang menjelaskan, bagi pria normal sebaiknya menghindari makan telur bebek, karena bisa berakibat fatal, penumpukan lemak dan peningkatan kolesterol. Begitu juga dengan yang sedang sakit diabetes dan gangguan ginjal,justru bisa menyebabkan impoten.

"Selain itu,jangan terlalu sering mengonsumsinya. Bisa menimbulkan ketergaritungan dan tidak percaya diri setiap kali berhubungan seks. Akibatnya tetap lemah syahwat. Jadi,jangan samakan telur bebek dengan suplemen seks lainnya yang bisa dikonsumsi setiap 1 hari atau menjelang berhubungan seks. Sebelum menjadikan telur bebek sebagai obat alternatif, sebaiknya periksa kesehatan terlebih dulu dalam rangka menghindari efek samping seperti alergi," tambah dokter Bambang. ©



Sumber: simeonadi

Kamis, 10 Desember 2009

Strategi Pembibitan Itik Alabio dan Itik Mojosari

Triana Susanti 2003.
Strategi pembibitan itik Alabio dan itik Mojosari = Breeding strategy of Alabio and Mojosari ducks.
Tesis: Master Sains (M Si) Pada Program Studi Ilmu Ternak IPB, 2003


Abstrak:
Ternak itik merupakan salah satu sumber pendapatan tunai bagi keluarga dengan populasi sekitar 26,3 juta ekor. Namun potensi populasi ini belum mampu berperan sebagai sumber pangan andalan, karena produktivitas itik yang relatif rendah.

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi telur itik adalah perbaikan terhadap mutu genetik melalui seleksi dan atau persilangan. Penelitian ini mencoba
menduga nilai heritabilitas sebagai parameter untuk menduga respon seleksi produksi telur itik Alabio dan itik Mojosari selama dua generasi, dan menduga hasil persilangan terbaik antara dua kelompok itik lokal tersebut.

Materi penelitian adalah catatan performans itik Alabio dan itik Mojosari dari tahun 2000 sampai tahun 2003. Sedangkan untuk menduga program persilangan terbaik antara itik Alabio dan itik Mojosari digunakan catatan tahun 1997 dari 200 ekor itik betina. Pengamatan dilakukan terhadap bobot badan itik umur sehari, umur 4 minggu, umur 8 minggu dan sifat-sifat produksi telur yaitu umur pertama bertelur, bobot telur
pertama, produksi telur 3 bulan dan produksi telur 6 bulan.

Nilai heritabilitas bobot dod itik Alabio dan itik Mojosari masing-masing adalah 565+0,093 dan 0,628+0,154; nilai heritabilitas bobot badan umur 4 minggu
adalah 0,198+0,071 dan 0,197+0,095; nilai heritabilitas bobot badan umur 8 minggu adalah 0,148+0,068 dan 0,245+0,107; nilai heritabilitas bobot telur pertama adalah 0,160+0,098 dan - 0,033+0,150 ; nilai heritabilitas umur pertama bertelur adalah 0,125+0,083 dan 0,200+0,186; nilai heritabilitas produksi telur 3 bulan adalah 0,235+0,087 dan 0,011+0,123; dan nilai heritabilitas produksi telur 6 bulan adalah
0,127+0,088 dan 0,014+0,157.

Respon seleksi produksi telur 6 bulan berdasarkan diferensial seleksi aktual
pada itik Alabio dan itik Mojosari masing-masing adalah 3,8 butir dan 0,6 butir per satu generasi. Sedangkan respon seleksi berdasarkan intensitas seleksi adalah 2,3 butir dan 0,3 butir. Bila diduga per tahun, respon seleksinya pada itik Alabio dan itik Mojosari masing-masing adalah 3,0 butir dan 0,4 butir.

Bila dilakukan seleksi selama 3 tahun, maka pertambahan kumulatif respon seleksi pada itik Alabio adalah 18 butir dan pada itik Mojosari adalah 2 butir. Berdasarkan respon seleksi tersebut tampaknya seleksi pada itik Alabio lebih efektif daripada itik Mojosari. Oleh sebab itu, pada itik Mojosari lebih baik dilakukan persilangan dengan itik Alabio. Hasil persilangan terbaik antara itik Alabio dan itik Mojosari adalah F1 yaitu persilangan antara itik jantan Mojosari dan itik betina Alabio (M x A).

Abstrack: In Indonesia, duck farming plays as an alternative source of income for small farmers with their population about 26,3 million ducks. However, the population that relatively high do not have an important role as source food, because the production of duck farming is still low.

This certainly requires a genetic improvements are by using selection and crossbreeding. This study is aimed to estimate heritability as parameter genetic to estimate response selection, and to estimate the best of crossbred between Alabio and Mojosari ducks.

In order to estimate heritability, record of performance body weight and egg production of Alabio and Mojosari ducks from year 2000 until 2003 have been analyzed using REML and ANOVA. And to estimate the best of crossbred between Alabio and Mojosari ducks were used record their performance in 1997. Observations were taken only during the early growth and the first egg laying.

The estimated heritability values of weight at day old duck (dod) of Alabio and Mojosari ducks were 0,565+0,093 and 0,628+0,154; body weight at 4 weeks were 0,198+0,071 and 0,197+0,095; body weight at 8. weeks were 0,148+0,068 and 0,245+0,107; egg weight at first laying were 0,160+0,098 and - 0,033+0,150; the age at first laying were 0,125+0,083 and 0,200+0,186; 3 month egg production were 0,235+0,087 and 0,011 0,123; and 6 month egg production were 0,127+ 0,088 and 0,014+0,157.

Response selection use diffrensial selection actual to Alabio and Mojosari ducks were 3,8 eggs and 0,6 eggs. And, response to selection use selection intensity were 2,3 and 0,3 eggs. If selection was used continuously for 3 years, so that will result response to selection to Alabio and Mojosari ducks were 18 eggs and 2 eggs. Selection on Alabio duck seems more effective than Mojosari duck. So, Mojosari duck must be crossed with Alabio duck. The best of crossbred were F1 between drakes Mojosari and dam Alabio (M x A).

Senin, 23 November 2009

Tetek Bengek Bebek

http://www.tempointeraktif.com

Bebek lebih rumit pemeliharaannya daripada ayam. Harus digembala, makanannya harus dijaga dan baru bertelur sesudah 6 bulan. Bila telur yang menetas jantan dilempar ke pasaran.

SIAPA orang yang paling dulu makan daging ayam dan telurnya? Menurut Ensyclopaedia Britannica, bangsa Cinalah yang pertama kali menangkap ayam lantas dimasak dan dimakan. Itu sudah dimulai sejak 1.400 tahun sebelum Masehi, katanya. Tidak ada catatan kapan telur bebek dan dagingnya juga dimakan manusia. Tapi hidangan bebek Peking sekarang ini terkenal di seantero dunia meskipun hanya dijual di restoran-restoran besar saja. Biar begitu, telur bebek tidak sepopuler telur ayam: tidak semua isi dunia terbiasa makan telur bebek. Cuma bangsa-bangsa Timur --termasuk Eropa Timur -- yang mau menyantap telur yang lebih besar ini.

Itu menguntungkan juga bagi para bebek: mereka tidak begitu "diperkosa" seperti ayam -- yang sekarang ini diteliti dengan matang sekali bagaimana bisa memprodusir telur sebanyak mungkin Biarpun nyonya-nyonya bebek bisa bertelur antara 300-360 butir setahunnya -- artinya bisa setahun penuh tanpa cuti -- tampaknya orang tidak terlalu hirau. Sebab telur mereka ini memang lebih amis dibanding telur ayam. Memang, amis tidak amis terutama terasa bagi orang yang sedikit kaya. Sebab bagi penduduk yang taraf hidupnya seperti ukuran Asia, itu tak jadi soal. Yang penting telur bebek lebih murah: di penggorengan dia mekar menjadi lebih banyak.

Selada Belanda. Daerah Kerawang lumbung padi Jawa Barat, adalah juga gudang bebek. "Bebek tidak bisa dibiarkan begitu saja seperti ayam", kata Pak Tatang dari desa Pacing, Kerawang, "karena bebek harus digembala". Kalau lupa saja membimbingnya, bebek-bebek yang selalu rapi berjalan beriringan akan ngeloyor ke mana-mana. Akibatnya anda bisa berkonfrontasi dengan tetangga yang diselonongi bebek-bebek tersebut.

Lebih penting lagi: dengan digembalakan, produksi telur bebek bisa naik. Seekor bebek baru bisa menghasilkan telur kalau umurnya sudah 6 bulanan. Asal makanannya dijaga, di pagi hari pemilik akan diberi hadiah telur yang warnanya putih atau kehijau-hijauan. "Dan makanan dalam hal ini penting", ujar Pak Tatang lagi. Sebab kalau makanan tidak beres, telur tidak tersedia. Memang pada dasarnya bebek bisa makan segala macam. Mulai dari cacing, pucuk pohon padi muda sampai ke anak ikan. Tapi biasanya pemilik menyediakan ramuan gabah, katul dan sayuran seperti kangkung -- yah mirip-mirip hidangan selada orang Belanda.

Menebak bebek. Itu untuk sarapan pagi. Siang hari, sebaiknya bebek-bebek digembala di antara pematang sawah tepi-tepi sungai. Menjelang matahari hilang, bebek-bebek digiring pulang biasanya mereka dibiarkan dulu untuk membersihkan diri: berendam-rendam di sungai, kemudian naik ke atas sambil menyisik-nyisik bulu dan ketiak. Setelah rapi, baru digiring pulang. Karena itu, "bebek ini ikut saja dengan kehidupan kami", kata Tatang. Maksudnya kalau sedang ada panen, telurpun turut panen. Celakanya, di kala petani dilanda paceklik, hasil telurpun ikut paceklik. "Pokoknya ngurus bebek cukup ruwetlah", kata Tatang.

Tapi, omong-omong, Tatang punya keahlian khusus juga -- yang biasanya dimiliki beberapa orang bebekwan lain. Mereka ini bisa menebak telur bebek: mana yang akan jadi jantan dan mana yang betina. Biasanya yang dilempar ke pasaran telur-telur yang nantinya menetas jadi bebek jantan. Ini tentu menakjubkan, karena semua telur bulat bentuknya. Bagaimana bisa tahu? "Wah ini sulit dikasih keterangan. Soalnya sudah di sini ini", kata Tatang sambil menunjuk dada dan kepalanya. Rupanya para laki-laki bangsa bebek hanya punya satu peranan. Kawini isteri mereka yang banyak itu, dan kalau ada calon laki-laki yang akan lahir, jual saja.

Jumat, 20 November 2009

Agar itik Cepat Bertelur

Penyinaran dengan lampu neon 3 jam setiap malam pada seekor itik bisa mempercepat pertumbuhannya serta bisa bertelur pada umur 4 bulan. hasil penelitian dr. tatang santanu adikara, dosen fkh unair.

Dari www.tempointeraktif.com

ITIK perlu listrik untuk cepat tumbuh menjadi dewasa. Dengan pencahayaan, neon selama tiga jam, setiap lepas petang, seekor anak itik bisa bertelur pada umur empat bulan. Lebih cepat empat bulan ketimbang teman-temannya yang tak pernah disentuh sinar neon.

Penyinaran neon tiga jam setiap malam itu bisa juga memacu pertumbuhan fisik anak itik. Dalam waktu dua bulan, anak itik umur seminggu berbobot 112 gram bisa dikatrol beratnya hingga mencapai 600 gram. Jauh lebih tinggi dibanding kawan-kawannya yang tanpa penyinaran, yang berat rata-ratanya 420 gram.

Soal pengaruh pencahayaan lampu neon terhadap itik ini telah diteliti oleh Dr. Tatang Santanu Adikara, dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair, Surabaya. Hasil penelitian itu dikemukakan Tatang pada pertemuan ilmiah nasional Persatuan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI), di Fakultas Kedokteran UI, Salemba, pekan ini.

Tatang sudah cukup lama menggauli itik. Dia pernah meneliti masalah daya tahan itik terhadap virus tetelo, untuk skripsinya di FKH Unair, 1978. Lantas disertasinya, dia mengangkat soal pengaruh cahaya terhadap kelenjar, alat, dan daya reproduksi itik.

Seusai mengambil gelar doktor di IPB 1986 Tatang kembali ke almamaternya untuk mengajar. Bebek tetap menjadi pilihannya untuk kegiatan riset pasca disertasinya.

Cahaya neon, menurut riset Tatang, ternyata berpengaruh terhadap manajemen hormonal pada itik. Secara teoretis, cahaya bisa memberikan rangsang pada retina mata. Lantas, saraf simpatis pada bebek itu akan meneruskannya ke otak.

Bagian otak yang tergerak oleh rangsang itu adalah kelenjar pinealis. Sebagai reaksinya, keleniar ItU akan mengurangl produksi hormon melatoninnya. Hormon bikinan kelenjar pinealis itu berperan dalam membatasi aktivitas produksi hormon pada kelenjar hipofise anterior. Padahal, kelenjar hipofiselah yang mengatur pertumbuhan dan pendewasaan pada sebuah individu.

Berkat cahaya ekstra itu, menurut riset Tatang, kadar melatonin dalam darah bisa menurun. Maka, faktor penghambat pertumbuhan dan pendewasaan bisa berkurang dominasinya. Tapi cahaya bohlam pijar listrik dan lampu minyak tak bisa memberikan manfaat yang sama. Respons retina itik khusus untuk cahaya putih, seperti sinar matahari atau neon.

Kamis, 19 November 2009

Menggiring Laba dari Hasil Selingkuh

Rabu, 23 Juli 2008 | 08:55 WIB [http://www.kompas.com]

Selingkuh ternyata bukan cuma monopoli manusia. Bebek betina dan entok jantan biasa melakukannya. Malah, perselingkuhan bebek dan entok ini sudah menelurkan anak bernama tiktok. Bagi Santoso, peternak bebek asal Depok, Jawa Barat, tiktok adalah sumber rezeki. "Saya mengawinkan itik betina dengan entok jantan. Orang lain biasanya melakukan kebalikannya," ujarnya.

Tubuh tiktok jauh lebih bongsor ketimbang bebek. Soal rasa, daging tiktok tak kalah dengan daging bebek. Kini Santoso benar-benar menikmati laba gurih dari berjualan daging tiktok.

Pria yang berternak unggas sejak 1985 menjelaskan bahwa berternak tiktok lebih murah ketimbang berternak bebek. Maklum, tubuh tiktok lebih cepat besar ketimbang bebek. Dengan begitu, ongkos merawat tiktok juga lebih sedikit.

Untuk membesarkan tiktok hingga mencapai berat 2 kg, Santosa mengaku hanya membutuhkan waktu satu setengah sampai dua bulan. "Kalau bebek biasa, setidaknya membutuhkan waktu empat hingga lima bulan," ujarnya.

Soal makanan, tiktok juga terbilang tidak rewel. Hewan ternak ini doyan makan apa saja, mulai dari dedak hingga limbah dapur. Cuma, Santoso memiliki ramuan khusus untuk makanan tiktok. Ada dua jenis bahan baku makanan tiktok ini. Pertama adalah dedak dan limbah roti. Harga dedak itu di pasar sekitar Rp 2.000 per kg. Sementara itu, untuk limbah roti, harga per kilogram Rp 5.000.

Sebagai gambaran, untuk membesarkan satu tiktok hingga layak dipotong butuh waktu sekitar dua bulan. Selama itu, satu tiktok bisa menghabiskan pakan sekitar 6 kg bahan campuran dedak dan roti. Saat ini Santosa memelihara setidaknya 500-600 tiktok. "Tiap bulan, saya menghabiskan 1,8 ton pakan," ujarnya.

Santosa mengaku tidak sulit mendapatkan bahan makanan bebek. Bahan ini tersedia di banyak toko penjual makanan ternak. Santoso juga mengatakan bahwa modal berbisnis ini tidaklah terlalu banyak. "Waktu tahun 1985 modal saya hanya Rp 1 juta," ujarnya.

Untuk mendapatkan tiktok tergolong mudah. Santoso mengungkapkan, hampir setiap hari ia mengawinkan beberapa pasang itik dan entok. Dari hasil persilangan itu Santoso bisa mendapatkan 30-50 butir telur.

Ia selanjutnya memasukkan telur dalam inkubasi sebagai media penetasan. Lama penetasan sebulan. Setelah menetas, bayi tiktok siap dibesarkan dan siap dipotong setelah berumur dua bulan.

Telur agak sensitif

Cuma, Santoso mewanti-wanti. Proses penetasan merupakan bagian yang sangat menentukan. Proses melakukan inkubasi, misalnya, harus dilakukan secara hati-hati. Sebab, telur-telur ini agak sensitif. "Bisa-bisa tidak jadi bebek atau pertumbuhannya lambat," ujar Santosa.

Untuk pemilihan induk yang akan dikawinkan, Santoso mempunyai itik sebanyak 300 ekor dan entok sebanyak 20 ekor. "Saya harus menyiapkan induk sebanyak itu. Kalau kurang, saya akan membeli itik atau entok lagi," ujarnya.

Saat ini Santoso bisa menghasilkan 100 ekor tiktok dewasa setiap hari. Cuma, ia belum bisa melayani pesanan tiktok dari restoran lain. Maklum, seluruh tiktok itu masih menjadi sumber pasokan bagi restoran miliknya. Di restoran ia menjual per ekor tiktok seharga Rp 60.000. "Saya mengambil untung Rp 10.000 per ekor," ujarnya.

Santosa mengaku memprioritaskan hasil silangan tiktok untuk memasok kebutuhan restorannya. Padahal, menurutnya, permintaan dari luar hasil ternak silangannya ini lumayan besar. "Saya sering didatangi restoran yang meminta saya memasok bebek ke mereka," ujarnya.

Kalau dijual di pasar, harga tiktok bisa seharga Rp 40.000-Rp 50.000 per ekor. Sayang, Santosa enggan blak-blakan soal berapa keuntungan bersih yang diraupnya dari bisnis anak persilangan itik dan entok itu.

Santoso mengklaim, protein daging tiktok lebih tinggi ketimbang bebek, sedangkan kolesterol tiktok lebih rendah dibandingkan dengan bebek biasa. "Saya sudah mengetes di laboratorium IPB dan ada sertifikatnya," ujarnya.

Santoso mengatakan, bisnis ternak bebek silangan ini masih mempunyai prospek bagus. Selain bisa menghasilkan puluhan juta per bulan, memelihara tiktok juga semudah memelihara bebek. Tiktok termasuk unggas yang bandel dan tahan banting. Tiktok juga relatif tahan terhadap virus flu burung. "Tinggal sediakan lahan saja, bebek itu akan hidup sendiri," ujarnya. (Lamgiat Siringoringo)

===============================

Peternakan Tiktok
Jalan KH M Usman Nomor 81A
Beji, Depok, Jawa Barat
Telepon: 0813-10792633

Sumber: KONTAN

Senin, 02 November 2009

Menimbang : Beli DOD atau Itik Siap Telur ?

www.sentralternak.com, Dua pertanyaan yang sering muncul ketika kita telah memutuskan untuk memulai usaha ternak itik petelur yaitu membeli DOD atau itik siap telur? Itu kami dapatkan dari beberapa pertanyaan dan konsultasi usaha yang masuk kepada kami yang masih bingung dari mana memulai usaha ternak itik. Untuk itu kami mencoba menulis artikel berikut walaupun sudah ada artikel yang sudah kami tulis sebelumnya dengan judul : dari mana memulai ternak itik? Mudah-mudahan artikel ini bisa melengkapi artikel sebelumnya dan bermanfaat bagi kita semua.

Memutuskan untuk membeli DOD atau itik siap telur (bayah) adalah hal yang tidak gampang. Diperlukan pertimbangan dan analisa yang lebih matang lebih salah dalam memutuskan bukan hal yang mustahil akan membuat usaha kita akan mengalami kendala bahkan bisa jadi gulung tikar di tengah jalan. Untuk itu uraian yang sedikit berikut mudah-mudahan bisa membantu kita dalam membuat keputusan dalam membeli DOD atau itik siap telur.

Pemeliharaan

Memelihara dari umur DOD kita akan dapat mengetahui secara pasti umur ternak yang kita pelihara, di samping itu kalau nanti itik sudah dewasa sudah tidak perlu lagi adaptasi dengan lingkungan sekitar karena sudah terbiasa. Akan tetapi kalau kita membeli DOD ada sisi nilai kekurangannya antara lain kan memakan waktu yang sampai berproduksi (± 6 bulan) dan kalau membeli dari produsen yang tidak terpercaya bisa jadi DOD yang kita beli berjenis kelamin betina campur jantan atau malah kebanyakan jantannya. Di samping itu resiko kematian kalau kita memelihara dari DOD lebih tinggi daripada kita langsung membeli itik siap telur. Membeli itik siap telur ada juga keuntungannya yaitu kita bisa segera menikmati hasil produksi.

Pengalaman

Orang yang memelihara itik sejak DOD akan mempunyai banyak pengalaman dan catatan mengenai ternak yang dipeliharanya. Peternak akan mempunyai pengalaman penyebab kematian DOD, pengendalian penyakit, dan tentunya catatan tersendiri tentang ternak. Faktor kepuasan adalah salah satu faktor yang biasa menjadi pertimbangan bagi mereka yang memutuskan untuk membeli dari DOD.

Modal

Tidak bisa dipungkiri bahwa membeli itik siap telur akan memerlukan modal sekitar 10 kali lipat jika dibandingkan dengan membeli DOD dalam waktu yang bersamaan. Memelihara dari DOD sampai itik siap telur kalau dihitung-hitung biaya bisa lebih tinggi daripada kita langsung membeli itik siap telur dari peternak. Mungkin anda tidak terasa mengeluarkan modal tiap hari sampai itik siap telur, dan kalau anda jumlahkan bisa jadi harganya lebih tinggi dan itu belum termasuk waktu anda yang terbuang selama kurang lebih 6 bulan.

Dari paparan di atas maka sekarang andalah hakim pembuat keputusan dalam memutuskan membeli DOD atau itik siap telur. Anda sekarang bisa mengukur diri anda sendiri dalam memutuskan pilihan.

Terobosan bagi pemula

Model pertama adalah membeli itik siap telur dan juga DOD, apa hubungannya? Kita akan mendapatkan hasil dari penjualan telur dari itik dewasa dan keuntungannya untuk biaya memelihara DOD. Model ini bisa diambil bagi anda yang optimis akan berhasil pada usaha ini. Dengan memelihara dari fase yang berbeda tentunya kita akan mendapatkan dua pengalaman sekaligus yaitu pengalaman memelihara DOD sampai siap telur dan pengalaman melihara itik siap telur sampai berproduksi dalam satu kurun waktu. Keuntungan lain yang di dapat adalah kita akan dapat menjaga kontinuitas usaha karena ketika kita akan melakukan pengafkiran itik dewasa kita sudah punya ternak pengganti (DOD yang kita besarkan).

Model kedua adalah membeli bayah dan mesin tetas, apa hubungannya? Kita akan mengkhususkan tujuan usaha untuk produksi telur tetas dan DOD. Telur yang dihasilkan oleh itik dewasa kita seleksi sebagai telur tetas kemudian kita menetaskannya sendiri. Dari sebutir telur yang semula berharga Rp 900, kalau menetas akan menjadi Rp 3.000 - Rp 4.500/ekor. Keuntungan lain adalah kita akan mendapatkan DOD yang kita ketahui tetuanya dan juga kita bisa menjualnya kepada orang lain.

Jumlah yang dipelihara

Kalau anda memutuskan untuk membeli DOD maka kami menyarankan untuk membeli dengan jumlah 500 ekor. Mengapa? Karena diharapkan dari 500 ekor tersebut dapat kita pilih (seleksi) sekitar 400 ekor itik sampai siap telur dan itu berarti perhitungannya sama kalau kita langsung membeli itik siap telur 400 ekor, mengapa? Karena dengan jumlah itu kita setidaknya bisa mengantongi keuntungan sekitar 3 juta-an/bulan.

Berikut perhitungannya :

Rerata produksi telur 70 % (bahkan bisa lebih sampai 85%), berartijumlah telur yang dihasilkan dari 400 ekor itik dewasa adalah 280 butir. Kalau harga sebutir telur Rp 900/butir maka jumlah pendapatan adalah Rp 900/butir x 280 butir = Rp 252.000 sedangkan untuk kebutuhan pakan sekitar Rp 450/ekor/hari dan masih ada selisih Rp 450. Sehingga pendapatan kotor dalam satu bulan adalah Rp 450 x 280 butir x 30 hari = Rp 3.780.00 dan itu adalah sebuah pendapatan yang tentunya tidak kita duga bukan?. Apalagi kalau kita masih bisa berkreasi dengan produk kita seperti membuat telur asin, telur mengandung omega 3 atau telur dengan warna kuning telur berwarna orange dan lain sebainya tentu hasil yang kita peroleh jauh lebih besar lagi. Atau juga kalau anda mengambil model kedua dari terobosan di atas maka keuntungannya masih bisa berlipat ganda.

Jangan tertipu

Kalau anda telah membuat keputusan untuk membeli itik siap telur maka jangan tertipu dengan harga yang ditawarkan. Selisih harga adalah wajar karena harga juga ditentukan oleh kondisi barang. Itik yang benar-benar siap bertelur tentunya mempunyai harga yang lebih mahal jika dibandingkan dengan itik yang masih membutuhkan waktu antara 2 minggu bahkan satu bulan lagi bertelur (berproduksi). Hal ini erat hubungannya dengan biaya pakan yang akan kita keluarkan selama menunggu masa bertelur. Kalau satu hari konsumsi pakan diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp 350 - 450/ekor, maka dalam jangka 10 hari sudah ada biaya tambahan sekitar Rp 3.500 - 4.500/ekor. Di samping memperhatikan umur jangan lupa untuk memperhatikan keseragaman ternak dalam satu kelompok. Jangan sampai itik siap telur yang kita beli tercampuri dengan itik afkir atau itik yang sudah tidak berproduksi lagi. Berikut kiat untuk membedakan itik muda, tua dan produktif :

* Kondisi bulu sayap itik muda saling menyilang, semakin berumur silangannya semakin pendek
* Bentuk paruh itik tua pipih seperti sendok serta mempunyai kaki yang bersisik
* Itik siap telur dicirikan dengan pantat besar

Silahkan mencopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com

Minggu, 01 November 2009

Pedoman Praktis Budidaya Itik Peking (Peking Duck)

www.sentralternak.com, Banyak pertanyaan yang masuk kepada kami seputar DOD itik peking dan cara beternak itik jenis pedaging ini. Karena kapasitas kami yang kurang memadahi dan waktu yang kami miliki juga sangat terbatas maka kami menurunkan sebuah artikel yang ditulis oleh Bapak Ir. H. Idih Purnama Alam dengan judul “BUDIDAYA ITIK PEKING (PEKING DUCK)”. Beliau adalah pegawai Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, sehingga menjadi sangat pas lah ketika pakar dan ahlinya yang berbicara. Namun tidak menutup kemungkinan kalau ada pertanyaan dari pembaca seputar produk ini kami akan berusaha menjawabnya sebatas kemampuan dan kapasitas kami, insyaallah. Semoga bermanfaat.Latar Belakang

Seperti kita ketahui bersama, bahwa perkembangan perunggasan sejak awal tahun 2004 telah banyak didera dengan berbagai cobaan yang banyak mengakibatkan terpuruknya usaha di bidang perunggasan, baik itu peternak ayam ras (petelur/pedaging), ayam buras maupun peternak itik. Dimulai dengan adanya serangan penyakit unggas yang terkenal ganas yaitu penyakit avian influenza atau yang lebih populer dengan sebutan penyakit flu burung sampai dengan kenaikan harga bahan baku pakan ternak maupun pakan ternak jadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak, kondisi seperti itu dirasa sangat menekan terhadap perkembangan perunggasan secara menyeluruh.

Pembangunan sub sektor peternakan tidak bisa terlepas dari kegiatan pembangunan pertanian, karena pembangunan sub sector peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian, hal ini sejalan dengan apa yang telah dicanangkan oleh bapak presiden republik indonesia pada tanggal 11 juni 2005 tentang revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan (RPPK) di mana peternakan termasuk didalamnya.

Apabila kita amati bersama dari kondisi yang telah terjadi dalam pengembangan pembangunan peternakan fokus yang paling menonjol dan perlu mendapat perhatian serius adalah komodity perunggasan, hal ini disebabkan dengan banyaknya kasus penyakit ai maupun kenaikan harga pakan serta penurunan minat masyarakat terhadap budi daya unggas terutama unggas berupa ayam buras, malahan tidak sedikit kasus penyakit ai ini yang menyerang terhadap manusia, sehingga pembangunan perunggasan perlu disikapi dengan arif dan selectif serta harus bisa menciptakan terobosan alternatif untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan daging yang berasal dari unggas.

Dari pengalaman di lapangan ternyata ada komodity lain selain ayam ras pedaging yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan daging dengan waktu cepat serta kualitas yang tidak kalah dengan ayam ras pedaging yaitu unggas air berupa itik peking (peking duck). Di mana peking duck mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produksi daging kurang dari 2 bulan bisa menghasilkan berat badan sekitar 3 - 3,3 kg, sehingga sudah siap untuk dipotong.hal ini telah dibuktikan oleh peternak di kapetakan kecamatan kroya kabupaten Cirebon di mana itik peking umur 53 hari bisa mencapai berat badan sekitar 3,25 kg. Seperti yang telah dimuat dalam harian kompas terbitan Juni 2007.

Dengan melihat kondisi seperti tersebut di atas kami mencoba membuat tulisan mengenai budi daya itik peking dalam rangka akselerasi pembangunan peternakan unggas air untuk pemenuhan kebutuhan akan daging dalam waktu yang relatif cepat, mudah dan bisa dikembangkan oleh masyarakat di pedesaan.

Maksud dan Tujuan

Maksud dari pola pengembangan pemeliharaan itik peking ini antara lain:

1. Untuk mencari alternatif terobosan dalam rangka mempercepat produksi daging yang berasal dari unggas air (itik).
2. Merubah pola usaha unggas air (itik) dari yang nomaden ke arah yang intensif.
3. Menjadikan usaha unggas air (itik) menjadi usaha pokok masyarakat.
4. Menciptakan peternak yang mandiri dan berkualitas (peternak tangguh).
5. Menyediakan permintaan pasar terutama permintaan daging itik yang bekualitas.

Sedangkan tujuan dari budi daya itik peking (peking duck) ini antara lain:

1. Meningkatkan produksi daging itik yang berkualitas.
2. Meningkatkan pendapatan dari para peternak itik.
3. Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat pedesaan.
4. Mengurangi tingkat pengangguran.
5. Memperkenalkan usaha peternakan itik jenis pedaging yang bisa menghasilkan daging kualitas prima dalam waktu relatif singkat
6. Disamping penyediaan daging, juga bisa menghasilkan bulu itik (feathers duck) sebagai bahan kerajinan seperti shutle cok, jok kursi, kamoceng dll.

Permasalahan

Dalam setiap kegiatan, tentunya selalu timbul permasalahan baik permasalahan yang besar maupun pemasalahan kecil, dan setiap permasalahan perlu dicarikan alternatif pemecahannya. Masalah itik peking ini ada sedikit permasalahan yang kiranya perlu diambil langkah-langkah untuk mencapai keberhasilan dan yang timbul pada saat ini diantaranya :

1. Permintaan daging itik peking di pasaran cukup tinggi, tetapi sumber pasokan daging pada saat ini masih mengandalkan kepada daging import.
2. Budi daya itik peking pada saat ini masih dikuasai oleh pengusaha besar, sedangkan peternak di pedesaan masih relatif sedikit.
3. Penyediaan bakalan (DOD) peking masih bersifat tertutup, belum secara mudah didapatkan oleh masyarakat luas.

Pola Pengembangan Budidaya Itik Peking (Peking Duck)

System pemeliharaan

Untuk menentukan suatu bentuk usaha terutama dalam usaha ternak itik, maka yang pertama kali diperhatikan yaitu tujuan usaha, apakah tujuannya untuk menghasilkan daging konsumsi atau mau menghasilkan bibit supaya untuk langkah selanjutnya bisa ditentukan system pemeliharaan yang akan diambil.

Dalam usaha perunggasan terutama unggas air (itik) dikenal dengan system pemeliharaan yaitu:

1. System pemeliharaan extensif
2. System pemeliharaan semi intensif
3. System pemeliharaan intensif

System pemeliharaan extensif, di mana pada system ini ternak-ternak dipelihara dengan cara di abur/digembalakan tanpa memperhatikan kandang maupun makanan, karena ternak-ternak tersebut dilepas di tempat-tempat yang mempunyai sumber pakan alami misalnya di daerah-daerah persawahan yang baru panen. Pemeliharaan ini dilaksanakan oleh para peternak yang bersifat tradisional dan nomaden, kondisi ini banyak ditemukan di daerah Jawa Barat bagian utara, karena daerah pantura ini merupakan daerah persawahan yang cukup luas sehingga menjadi potensi bagi pengembangan itik dengan system extensif.

Pemeliharaan dengan system semi intesif, di mana ternak-ternak yang di pelihara sudah memperhatikan kandang ternak dan diberi makan tetapi sewaktu-waktu dilepas untuk mencari makan sewaktu ada peluang pada saat panen padi ataupun pada tempat-tempat yang mempunyai potensi sumber pakan yang alami

Sedangkan pemeliharaan yang intensif, ternak-ternak peliharaan selalu di tempatkan dikandang dan diberi makan secara terus menerus serta sudah memperhatikan aspek-aspek teknis pemeliharaan ternak secara ilmiah dan sudah menggunakan teknologi-teknologi yang dianjurkan.

Untuk pemeliharaan itik peking (peking duck), lebih tepat apabila dilaksanakan dengan system intensif, hal ini disebabkan itik peking (peking duck) merupakan itik ras pedaging yang mempunyai kemampuan kecepatan pertumbuhan dalam waktu yang relatif singkat, di mana dalam kurun waktu pemeliharaan kurang dari 2 (dua) bulan berat badannya sudah bisa mencapai di atas 3 kg dengan kondisi makanan yang baik dan itik sudah siap dijual sebagai itik pedaging, dengan kualitas daging yang prima.

Dalam usaha budi daya itik peking (peking duck) ini dikenal beberapa tahapan pemeliharaan, terutama untuk usaha budidaya pembibitan sedangkan untuk budi daya penggemukan (penghasil daging) hanya dikenal 1 (satu) tahapan pemeliharaan.

Tahapan Pemeliharaan Pembibitan :

A. Pemeliharaan anak (masa starter)

Pemeliharaan anak/masa starter dimulai pada saat itik peking (peking duck) berumur 1 hari sampai umur 60 hari, di mana anak-anak itik dipelihara dalam kandang khusus yaitu untuk kandang anak dengan memakai pemanas/induk buatan dalam rangka menghangatkan tubuh dari anak itik tersebut, hal ini disebabkan pada umur 1-14 hari anak itik tidak tahan dengan cuaca dingin karena belum dilengkapi dengan bulu yang sempurna untuk menahan dingin, sehingga perlu adanya bantuan induk buatan sebagai penghangat tubuh, serta anak itik diberi makan khusus yaitu pakan anak yang mempunyai kandungan protein sekitar 19 - 21% kadar protein dan lebih dikenal dengan pakan “starter”. Setelah umur 14 hari anak itik tersebut sudah mampu untuk menahan hawa dingin sehingga tidak perlu lagi dibantu dengan induk buatan (pemanas), di kandang ini bisa dipelihara sampai umur 60 hari bagi pemeliharaan pembibitan, selanjutnya setelah umur di atas 60 hari dipindahkan ke kandang masa pertumbuhan (grower). Untuk pemeliharaan anak ini bisa dalam bentuk postal ataupun menggunakan kandang box, untuk kandang box biasanya dilakukan pada umur 1 - 14 hari sedangkan dari umur 15 - 60 hari dilaksanakan pada kandang postal karena badan itik sudah mulai besar. Kapasitas kandang pada periode ini yaitu 10 - 15 ekor/m2.

B. Pemeliharaan masa pertumbuhan (periode grower)

Periode pemeliharaan itik peking pada masa pertumbuhan/masa grower, perlu diperhatikan ternak yang dipelihara, karena pada masa ini yang banyak dipelihara adalah itik peking (peking duck) betina sebagai calon bibit pengganti /replacement stock atau persediaan bibit dan juga itik peking jantan yang berfungsi sebagai pejantan pengganti. Untuk mempersiapkan peremajaan bibit, maka perlu dipersiapkan bibit pengganti yang mempunyai kelebihan atau keunggulan tertentu sebagai bibit pengganti, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 ( 1 jantan 4 betina). Pada periode ini itik yang dipelihara berumur antara 61 hari sampai dengan 150 hari, sedangkan kapasitas kandang pada masa ini sekitar 6 - 8 ekor/m2.

C. Pemeliharaan peking duck layer/periode bertelur

Itik peking/peking duck yang sudah berumur 5 bulan atau lebih baik jantan maupun betina dikategorikan sebagai itik layer karena pada saat ini kondisi itik sudah bersiap-siap untuk memproduksi telur, ada yang mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan tetapi secara umum mulai bertelur normal pada umur 6 bulan. Itik-itik tersebut ditempatkan pada kandang khusus, yaitu kandang itik dewasa , kandang itik ini dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau lapangan tempat bermain yang dilengkapi dengan kolam/saluran air yang berfungsi untuk mandi itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari dengan sex ratio sekitar 1 : 4 ( 1 jantan banding 4 betina). Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit penghasil telur yang siap untuk ditetaskan sebagai sumber dod yang dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan itik peking. Kapasitas dikandang dewasa sekitar 3 - 5 ekor/m2.

Tahap Pemeliharaan Penggemukan

Untuk pemeliharaan itik peking/peking duck dengan tujuan penggemukan hanya dilaksanakan dalam 1 (satu) masa pemeliharaan yaitu dari itik berumur 1 (satu) hari sampai itik peking tersebut siap dijual. Dengan makanan dan pemeliharaan yang baik ,berat badan itik peking yaitu mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan kurang lebih 55- 60 hari yaitu mulai umur 1 hari sampai umur 55 hari. Pada umumnya itik-itik yang dipelihara untuk tujuan ini adalah itik peking yang jantan, tetapi yang betinanya pun mempunyai kemampuan yang sama dengan yang jantan hanya berbeda sedikit saja dalam hal berat.

Kalau kita bandingkan antara waktu pemeliharaan dengan hasil produksi daging yang dihasilkan antara itik peking/peking duck dengan ayam ras pedaging akan lebih unggul itik peking, di mana untuk itik peking dengan waktu pemeliharaan sekitar 53 - 55 hari bisa menghasilkan daging berat hidup sekitar 3,3 kg, sedangkan untuk ayam ras pedaging dengan jangka waktu pemeliharaan sekitar 32- 35 hari menghasilkan daging berat hidup sekitar 1,2 - 1,5 kg, sehingga apabila kita bandingkan dengan waktu yang sama maka akan diperoleh berat daging itik peking melebihi berat dari pada ayam ras pedaging. Silahkan buktikan!

Sistem Perkandangan

Sistem perkandangan dalam budi daya itik peking/peking duck bisa dikenal 3 tipe kandang diantaranya :

1. Tipe kandang battery

Dalam tipe kandang ini, ternak dikandangkan satu persatu dalam satu kotak dengan ukuran yang hanya cukup untuk 1 ekor itik peking/peking duck dewasa, dengan ukuran kandang panjang x lebar x tinggi (45 x 45 x 35 cm). Dengan tipe kandang ini biaya untuk kandang relatif lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tipe kandang yang lain. Dengan tipe kandang battery ini, maka sistem perkawinannya harus menggunakan kawin buatan (insiminasi buatan) yang dilakukan oleh tenaga manusia yang ahli dalam insiminasi buatan dengan istilah inseminator. Pada tipe kandang ini kondisi ternak maupun produksi telur dari pada itik peking/peking duck bisa terkontrol secara satu persatu, apakah produktivitasnya tinggi atau rendah, begitu juga dalam pengontrolan penyakitnya akan lebih mudah terkontrol.

2. Tipe kandang postal

Dalam usaha ternak itik yang menggunakan tipe kandang postal, di mana ternak-ternak peliharaan ditempatkan dalam satu ruangan besar dengan jumlah ternak tertentu, di mana pemberian makan dan minuman ditempatkan di dalam ruangan kandang, sehingga ternak itik yang dipelihara selalu berada di dalam ruangan, biasanya tipe ini dalam pemeliharaan itik hanya digunakan untuk itik starter dan grower/masa pertumbuhan tetapi adakalanya digunakan untuk itik periode layer. Kapasitas itik untuk tipe kandang postal ini tergantung dari pada jenis itik yang dipelihara apakah jenis itik starter atau itik grower, untuk umur itik periode starter kapasitas kandang yang digunakan yaitu sekitar 10 - 15 ekor/m2, sedangkan apabila digunakan untuk preiode grower yaitu sekitar 6 - 8 ekor/m2, seandainya digunakan untuk periode layer kapasitas kandang sekitar 3 - 5 ekor/m2.

3. Tipe kandang ranch

Tipe kandang ranch ini merupakan pengembangan dari tipe kandang postal, di mana dalam kandang tipe ranch ini selain ada ruangan tempat ternak juga di bagian luar/di halaman depannya disediakan halaman tempat bermain yang biasa dikenal dengan nama kandang umbaran yang dilengkapi dengan saluran air atau kolam, yang berfungsi untuk mandi/membersihkan kotoran yang menempel di badannya serta berfungsi pula untuk mendinginkan tubuh di waktu siang hari, hal ini disebabkan itik peking merupakan jenis unggas yang tidak tahan terhadap panas, sehingga harus disediakan air untuk pendingin tubuhnya. Tipe kandang ini lebih cocok untuk pemeliharaan ternak unggas air dengan cara pemeliharaan yang intensif.

Kamis, 29 Oktober 2009

BEBEK PEKING

Bebek Peking (bahasa Mandarin: 北京烤鸭, pinyin: beijing kaoya) adalah makanan tradisional di Tiongkok yang berasal dari Beijing.

Makanan bebek Peking ini juga ditemui di Taiwan, dibawa oleh pemerintahan nasionalis Kuomintang yang kalah perang saudara dan mundur ke Taiwan tahun 1949.

Bebek Peking orisinal (bebek Peking di Beijing) dibuat menggunakan daging bebek khusus diternakkan untuk makanan ini. Bebek-bebek digemukkan dengan cara memberikan makanan bergizi, pada saat bebek-bebek kekenyangan, peternak-peternak mungkin saja memasukkan makanan ke dalam kerongkongan sang bebek secara paksa. Ini yang kemudian menjadikan bebek Peking juga dikenal dengan nama bebek isi.

Bebek tadi disajikan setelah dipanggang dengan kayu-kayu bakar khusus yang akan menentukan wangi atau tidak bebek yang dipanggang tadi.

Rabu, 28 Oktober 2009

Budidaya Itik di Laut, Hasilnya Yahud

Source: Majalah Pengusaha – www.majalahpengusaha.com

Selama ini kita hanya mengenal budidaya itik di darat. Padahal budidaya itik di laut jauh lebih menguntungkan. Dengan memelihara 650 ekor, kita bisa mengantongi keuntungan bersih Rp 3 juta per bulan.

by: Russanti Lubis

Pernah melihat itik ngemil atau mengulum es batu? Kalau belum, Anda harus berbudidaya itik laut terlebih dulu. Sebab, dalam budidaya binatang yang daya tahan hidupnya lebih tinggi daripada ayam ini, ngemil terpaksa dilakukan kepada itik-itik tersebut untuk menekan biaya pangan. Di sisi lain, dalam budidaya ini kadangkala itik juga dipaksa mengulum es batu sebagai bentuk pertolongan pertama, untuk menyelamatkan nyawa hewan yang juga disapa bebek ini, dari kematian mendadak karena memakan bangkai hewan.

Lalu, apa itu budidaya itik laut? “Budidaya itik laut yaitu itik darat yang dibudidayakan di wilayah pantai atau pinggiran laut dengan menggunakan pola alamiah atau dibiarkan lepas begitu saja (Jawa: diumbar, red.) tapi tetap dalam batas-batas tertentu saat air laut surut, sehingga mereka dapat mencari makanan tambahan sendiri untuk meningkatkan produksi telur mereka. Usaha pemeliharaan itik ini memanfaatkan sumber daya pantai, yang merupakan penyedia pakan pendukung produksi dengan kandungan protein tinggi dan murah berupa sisa-sisa ikan dan biota laut yang telah mati yang ditinggalkan kala air laut surut, sehingga diperoleh keuntungan usaha yang optimal,” kata Sugiarto, Kepala Dinas Peternakan Kota Pasuruan, Jawa Timur.Untuk komoditi utamanya bisa menggunakan itik Lumajang, Bali, Mojosari, Khaki, Champbel, dan sebagainya.

Dalam pengembangbiakan hewan yang berdaya telur 57,8% itu, Sugiarto melanjutkan, Dinas Peternakan Kota Pasuruan menggunakan itik Mojosari (Modopuro). Sebab, secara ekonomis, itik jenis ini jauh lebih menguntungkan daripada itik jenis lain. “Dengan memperhatikan sifat dan karakteristiknya, bebek Mojosari (Modopuro) dimungkinkan dibudidayakan di semua daerah di Indonesia, terutama yang berdataran rendah. Tapi, dalam budidaya itik (di) laut ini tidak harus selalu menggunakan itik ini, karena pertimbangan segi efisiensi, efektivitas, dan ekonomis,” jelas pria bergelar insinyur dan magister manajemen ini.

Sebagai tambahan informasi, itik Mojosari (Modopuro) merupakan jenis itik yang banyak dijumpai di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Itik ini relatif lebih mudah didapat, murah, dan daya tahan hidupnya lebih tinggi daripada itik lain. Untuk dapat dibudidayakan, binatang yang termasuk spesies burung dalam familia Anatidae ini harus diadaptasikan dengan habitat pantai terlebih dulu, dua minggu setelah mereka menetas.

Beternak itik (di) laut, Sugiarto menambahkan, memiliki sisi menguntungkan dan merugikan. Sisi menguntungkannya yaitu pertama, membuka lapangan kerja baru, khususnya para istri nelayan. Kedua, biaya pakan lebih murah dibandingkan dengan budidaya itik (di) darat. Misalnya, jika seekor itik darat menghabiskan biaya Rp500,- sampai Rp700,- per hari, maka seekor itik laut hanya menelan biaya Rp100,- hingga Rp200,- setiap harinya.

Ketiga, kualitas telur yang relatif lebih baik dibandingkan dengan hasil budidaya itik (di) darat.
“Warna kuning telurnya lebih kemerahan sehingga tampilannya terkesan lebih menarik, sekaligus menunjukkan bahwa kandungan proteinnya lebih tinggi. Hal ini disebabkan kebutuhan protein dan mineral itik pada saat berproduksi tercukupi,” ucapnya. Keempat, keuntungan dari hasil penjualan itik afkir. Sedangkan sisi kerugiannya yaitu timbulnya angka kematian itik di usia muda. “Sebab, dengan sistem diumbar kemungkinan mereka memakan sampah atau bangkai hewan,” imbuhnya.

Budidaya itik (di) laut dapat dilakukan siapa pun dengan syarat yang bersangkutan tinggal di daerah yang berpantai landai, memiliki cukup modal, serta mempunyai komitmen usaha yang kuat, rajin, dan jujur. Selain itu, sebisa mungkin menghindari kondisi bibit itik yang tidak seragam baik dari segi umur, jenis, ukuran, maupun asalnya. Karena, hal ini menyebabkan setiap perubahan yang terjadi (masa bertelur, masa rontok bulu, dan sebagainya) di kemudian hari, tidak dapat diperkirakan secara manajerial. Di samping itu, melakukan pemeriksaan dan pembersihan area gembala dari sampah dan bangkai binatang, sebelum binatang yang dijuluki burung air ini diumbar. Saat diumbar, itik harus tetap dalam pengawasan penuh, untuk menghindarkan mereka dari gangguan pencuri atau binatang buas. Lebih dari itu semua, sediakan selalu air minum tawar dan bersih. Nah, selamat beternak.

Yang Harus Dipersiapkan...

Untuk membudidayakan itik (di) laut ini, yang harus dipersiapkan :

1. Komitmen tempat pengadaan dan pemilihan bibit.
2. Kandang atau tempat penampungan awal untuk memulai proses adaptasi daerah, beserta kelengkapannya. Ukuran kandang disesuaikan dengan kepadatan ternaknya.
3. Pakan bibit dan obat-obatan secukupnya (± 3 minggu).
4. Pagar area gembala.
5. Kandang produksi, untuk ukuran harus disesuaikan dengan jumlah dan kepadatan ternaknya • Pakan itik dewasa (untuk hidup pokok dan produksi).
6. Komitmen tempat dan pasar telur hasil produksi.
7. Komitmen tempat dan pasar itik afkiran.
8. Air minum tawar harus selalu tersedia, mengingat sifat itik yang hanya mau minum atau mengkonsumsi air dalam kondisi tawar.
9. Bibit itik Mojosari jenis kelamin betina dengan umur dan ukuran seragam. Hal ini, harus dilakukan agar saat berproduksi dapat terjadi serentak.
10. Pengawasan kesehatan itik

Proses budidaya itik (di) laut dalam satu periode, terbagi menjadi beberapa tahapan yaitu:

1. Tahap pengumpulan bibit merupakan awal proses budidaya dengan kegiatan:
Menentukan tempat pembelian atau pengadaan bibit dengan mempertimbangkan aspek jarak, waktu tempuh, harga beli, kualitas bibit, dan jenis itik.
Pemilihan bibit dengan berpedoman pada umur (± dua minggu sebelum menetas), jenis, kesehatan, ukuran dan jenis kelamin itik yang seragam, serta sesuai kebutuhan.
Pengepakkan sesuai jumlah dan ukuran yang ada. Sebelumnya, pada masing-masing bibit telah diteteskan larutan gula melalui mulut sebagai langkah antisipasi stres akibat pengangkutan.
Pengangkutan dan pengiriman bibit ke kandang adaptasi.

2. Tahap adaptasi daerah
Bibit itik berada di dalam kandang yang letaknya di dekat pantai selama ± 3 minggu dengan hanya diberi makanan jadi buatan pabrik dalam bentuk kering, air minum tawar dalam jumlah yang tidak terbatas, dan penerangan secukupnya.

3. Tahap pembesaran
Pada tahap ini, itik mulai diberi ruang gerak yang cukup luas dengan memperkenalkannya pada kondisi pantai, dengan cara diumbar saat air laut surut dengan waktu terbatas, diberi pakan dalam bentuk basah pada pagi dan sore, serta air minum tawar dalam jumlah tak terbatas sampai itik mulai bertelur (± umur 4 bulan).

4. Tahap produksi
Pelaksanaan tahap ini hampir sama dengan tahap nomor tiga, hanya jam buka kandang diatur agak siang karena masih dilakukan pemungutan telur produksi harian. Sesuai kebiasaan, itik akan mengalami puncak produksi harian saat berumur 14 bulan.

5. Tahap pasca produksi
Secara umum, itik-itik pada tahap ini telah mengalami penurunan produksi dan akan mengalami rontok bulu, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan seleksi pada masing-masing itik untuk dilakukan pengafkiran.

6. Tahap peremajaan
Hasil evaluasi tahap ke lima dapat dijadikan sebagai pedoman dalam peremajaan itik, sehingga kontinyuitas produksi telur persatuan waktu dari satu unit usaha dapat dicapai dan bisa ditentukan pada waktu-waktu yang akan datang.

Analisa Bisnis

Dalam budidaya itik (di) laut, terdapat dua modal yang harus ditanamkan yaitu pertama, modal investasi yang berfungsi untuk membiayai pembuatan kandang, pagar area gembala, tempat makan dan minum itik, fasilitas listrik, pompa air, serta bibit itik. Kedua, modal produksi yang berfungsi untuk membeli bahan pakan itik dan membayar tenaga kerja, yang nilainya tergantung pada seberapa banyak itik yang akan dibudidayakan. Contoh, bila ingin membudidayakan 650 ekor itik yang terdiri dari 10 ekor jantan dan 640 ekor betina, pakan yang diberikan sejak awal hingga itik-itik ini berumur tiga minggu adalah pakan jadi (buatan pabrik). Selanjutnya, mereka diberi pakan campuran antara karak (kerupuk nasi, red.) dan bekatul dalam bentuk basah, hingga akhir masa reproduksi atau ketika hewan yang masih bersaudara dengan angsa itu berumur 14 bulan.

Analisis bisnis budi daya 650 itik (di) laut dalam satu bulan:


Rata-rata jumlah telur yang dihasilkan 370 butir/hari
Harga rata-rata Rp 600,-/butir
Hasil penjualan telur Rp 222.000,-/hari
Pengeluaran untuk pembelian pakan sebanyak 90 kg @Rp600,- = Rp 54.000,-
Keuntungan kotor Rp 168.000,-/hari
Keuntungan bersih sekitar Rp 100.000,-/hari

Keuntungan bersih perbulan Rp3.000.000,-/bulan


Harga di atas merupakan harga pada tahun 2007.....harga telur bebek saat ini dikisaran 1200 s.d. 1500 rupiah per butir.

Manfaat Telur Bebek untuk Kesehatan

By kemix™ on Dec 5, 2008 in Behaviour

Ada Apa di Balik Telur?

* gizi
* nutrisi
* teluR

Siapa yang tidak kenal dengan telur? Si BUNDAR ini begitu dekat dengan kita, tetapi kadang kita bahkan tidak tahu apa saja kandungan gizi di dalamnya. Mari mengenal telur lebih dekat.

Telur ayam adalah kapsul alami yang kaya gizi. Sebagian masyarakat kita telah menyadari kehebatan telur dengan segala khasiatnya. Bahkan telur terkadang dianggap memiliki kekuatan magic, apalagi telur yang berasal dari ayam hitam. Ini sekedar menunjukkan bahwa telur telah memiliki posisi tersendiri di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Kandungan gizi

Telur mempunyai kandungan protein tinggi (lihat Tabel 1). Bahkan di dalam peristilahan gizi ada satuan yang disebut Protein Senilai Telur (PST). Dalam hal ini protein di dalam telur dijadikan standar dan diberi nilai maksimal yaitu 100, bahan pangan lainnya kemudian disetarakan dan umumnya mempunyai nilai di bawah 100.




Sumber gizi telur sebenarnya lebih banyak pada kuning telurnya dibandingkan bagian yang berwarna putih. Sebaliknya, zat besi dan vitamin A justru hampir seluruhnya terkonsentrasi pada kuning telur.

Banyak telur = kolesterol tinggi?

Anak dalam masa pertumbuhan sebaiknya mengonsumsi satu butir telur sehari sebagai jaminan asupan gizi yang optimal untuk menopang pertumbuhan fisik dan kecerdasannya. Sebagian orang tua bahkan sering memberikan telur setengah matang kepada anak-anaknya. Apakah Anda juga demikian? Telur matang sebenarnya justru lebih mudah dicerna tubuh. Mengapa? Karena proteinnya telah terdenaturasi dan ikatannya menjadi longgar. Hal ini memudahkan enzim pencernaan untuk memecahnya menjadi bagian-bagian kecil untuk kemudian diserap tubuh.

Pada sebagian orang telur terkadang ditakuti karena kandungan kolesterolnya yang tinggi. Mungkin hal ini benar untuk orang-orang dewasa di atas usia 40 tahun yang sudah terdeteksi rawan kolesterol tinggi. Namun bagi anak-anak (terutama balita), kolesterol ini justru sangat dibutuhkan sebagai salah satu bahan dasar untuk menopang kecerdasan. Tahukah Anda bahwa otak memiliki komponen lemak dan kolesterol yang tinggi?

Kebutuhan kolesterol rata-rata per hari adalah 300 mg. Pada Tabel 2 Anda dapat membandingkan kandungan kolesterol telur dan zat lain. Oleh karena itu, satu butir telur sehari sudah memenuhi 80% kebutuhan kolesterol tubuh. Belum lagi jika si kecil juga makan lauk daging, ikan, seta minum susu.

Telur biasa atau telur Omega-3?

Saat ini di pasaran sering dijumpai telur dengan kandungan omega-3. Omega-3 merupakan asam lemak tak jenuh esensial yang bersama omega-6, berperan dalam meningkatkan kecerdasan anak.

Sumber omega-3 dan omega-6 bagi seorang anak adalah air susu ibu (ASI). Dengan rekayasa teknologi pakan, maka ayam petelur bisa diperintah agar menghasilkan telur kaya omega-3. Ini merupakan terobosan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat konsumen. Anak kerap kurang menyukai ikan laut yang merupakan pangan tinggi omega-3. Bagi anak yang tidak doyan ikan, tapi mau makan telur, maka telur omega-3 dapat menjadi pilihan. Namun telur biasa pun mengandung omega-3 dan omega-6.

Dengan mengkonsumsi telur maka anak-anak kita akan mempunyai pertumbuhan fisik yang baik karena memperoleh protein berkualitas tinggi. Harga yang murah dan ketersediaan yang ada di mana-mana membuat telur menjadi makanan yang disukai oleh siapa saja. Hanya saja konsumsi telur perlu disikapi secara berhati-hati oleh mereka yang pernah menderita kolesterol tinggi.

Telur ayam, bebek, atau puyuh?

Kandungan protein telur ayam, telur bebek dan telur puyuh relatif hampir sama, namun telur bebek mengandung lemak lebih tinggi.

Anak-anak kadang lebih menyukai telur puyuh karena bentuknya yang kecil dan kulitnya yang bertotol-totol menarik. Enam butir telur puyuh sebenarnya setara dengan satu butir telur ayam. Umumnya rata-rata berat telur ayam per butir adalah 60 gr, telur puyuh 10 gr, dan telur bebek 80 gr. Jadi Anda tinggal pilih sendiri!

Anda Penyuka Telur????

Tapi ada yang bisa jawab gak, duluan telur apa Ayam ya ??????

Referensi : Nutrient Composition of Malaysian Foods. Institute for Medical Research, Kuala Lumpur